Wednesday, January 07, 2009

Apa Kabar Obama

Dalam tulisan saya sebelumnya, Jupe Love Obama, saya bertanya mengenai antusiasme orang Indonesia yang mengelu-elukan obama menjelang dan setelah dia memenangkan pemilu presiden Amerika ke-44. Hari ini, saya kembali bertanya-tanya, bukan tentang kemangan Obama, tapi soal sikapnya mengenai serangan Israel ke Palestina.
Ketika ditanya oleh wartawan, Obama hanya menjawab: "Hanya ada satu presiden Amerika." Memang tidak salah statement dia. Saat ini George W Bush memang masih memegang kendali pemerintahan dan baru 20 Januari nanti Obama naik tahta. Bila melihat sekilas, seolah-olah Obama bertindak bijak dan tidak mau melompati wewenangnya yang masih menjadi calon jadi presiden. Tapi bila ditelisik lebih detil, itu hanya alibi Obama yang tidak berani menyalahkan Israel yang telah bertindak sangat salah.
Coba tengok ke belakang sedikit, ketika terjadi aksi teror di Mumbai. Obama memberikan reaksi keras mengenai serangan itu dan dengan semangat mengatakan agar dunia bersatu padu memutus jaringan terorisme. Sudah jadi presidenkah Obama kala itu? Tentu saja belum. Dan alibi obama yang mengatakan hanya ada satu presiden jadi terasa kecut dan sangat konyol.
Alasan utama dia tidak mengeluarkan pernyataan mengenai teror Israel tentu saja karena dia banyak dibantu orang Israel dalam pemilu presiden. Di Amerika, orang-orang Israel memang jago lobi yang bisa bermain di kiri dan kanan, baik republik maupun demokrat asal bisa memuluskan kepentingan mereka. Dan Obama juga tahu diri bahwa ia membutuhkan Israel. Jadi benar atau salah, asal kekuasaan Obama terjamin, ya bodo amat Israel bunuh orang, mo merobohkan rumah sakit, sekolah, masjid, membunuh anak-anak, wanita Obama tetap bergeming.
Jadi saudara-saudara, jangan terlalu berharap bahwa kehadiran Obama akan membawa keuntungan bagi negara lain, apalagi Indonesia. Obama adalah Amerika. Yang dipikirkan tetap saja negara mereka. Mo orang lain rugi, kelaparan, ketakutan, mati, asal kepentingan dan tujuan mereka tercapai mereka akan bilang "EGP Bo'!"
Untung saya tidak ikut tertarik untuk mengelu-elukan Obama waktu itu.

0 comments: